Mahasiswa PPG UPMI Kenalkan Industri Kreatif melalui Pelatihan Tie Dye di Desa Carangsari

  • Post author:
You are currently viewing Mahasiswa PPG UPMI Kenalkan Industri Kreatif melalui Pelatihan Tie Dye di Desa Carangsari

Badung – Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Gelombang 2 Tahun 2024 Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) mengadakan pelatihan industri kreatif bertajuk “Pelatihan Industri Kreatif melalui Pembuatan Baju Bermotif Tie Dye” yang dilaksanakan pada 25–27 April 2025 di Balai Banjar Telugtug, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Projek Kepemimpinan Mahasiswa Bidang Studi Seni Budaya. Sasarannya adalah anak-anak Sekolah Dasar di desa setempat yang dikenalkan secara langsung pada proses pewarnaan kain bermotif tie dye melalui pendekatan belajar sambil bermain.

Selama tiga hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang mencakup pengenalan sejarah dan teknik dasar tie dye, praktik melipat dan mewarnai kain, hingga sesi refleksi dan pameran mini hasil karya. Materi disampaikan dengan media visual dan praktik langsung, didampingi oleh mahasiswa sebagai fasilitator.

Setiap anak diberi kesempatan untuk merancang dan membuat sendiri motif pada kain atau kaos polos. Proses pewarnaan menggunakan bahan yang aman untuk anak, dan setiap kelompok kecil mendapat bimbingan intensif agar setiap peserta dapat mengekspresikan kreativitasnya secara optimal.

Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kreativitas, kerja sama, dan rasa percaya diri anak-anak dalam berkarya. Mereka merasa bangga mengenakan hasil karyanya sendiri dan menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti seluruh rangkaian acara. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini.

Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya memfasilitasi proses belajar yang menyenangkan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya, keterampilan tangan, dan potensi ekonomi kreatif bagi anak-anak di desa.

Kegiatan ini direkomendasikan untuk dilanjutkan dengan berbagai tema kreatif lainnya, serta melibatkan guru dan orang tua agar proses pembelajaran berbasis keterampilan dapat berkelanjutan di sekolah maupun lingkungan rumah. Pameran hasil karya anak-anak juga diusulkan menjadi bagian dari agenda rutin desa atau sekolah sebagai bentuk apresiasi dan penguatan motivasi belajar.